Rabu, 10 Oktober 2018

Abdurrahman bin auf

PERJALANAN SAHABAT NABI ABDURRAHMAN BIN AUF DALAM MENYEBARKAN ISLAM


titik balik kesuksesan dakwah Nabi adalah setelah meninggalkan kota Makkah untuk berpindah dan menetap di Madinah. Peristiwa ini disebut Hijrah.
Banyak kisah dan peristiwa yang menarik untuk diangkat sebagai bahan pelajaran untuk generasi penerus umat ini yang kian hari kian kehilangan panutan. Dan, sahabat Nabi selaku generasi paling mulia dalam sejarah Islam adalah sosok teladan dambaan umat.
Kisah di bawah ini adalah bagian kecil dari cerita penuh inspirasi yang layak jadi pelajaran, agar paham bahwa pada dasarnya perjuangan kita belumlah seberapa dibanding para pendahulu. Apalagi momen tahun baru 1437 Hijriyah ini adalah masa-masa sulit bagi umat Islam, ke luar, umat-umat lain sedang berkuasa dengan kekuatan politik, ekonomi, pendidikan, dan sebagainya, ke dalam, terjadi gejolak dahsyat terutama di Timur-Tengah, disempurnakan oleh pelemahan kualitas dan pertikaian antarsesama, jadilah kita umat yang bercerai berai, seperti buih di lautan atau eceng gondok di rawa. Dan, semoga cerita berikut menjadi sumber inspirasi. Berikut kisahnya!
Adalah salah seorang sahabat Nabi yang masuk golongan mendapatkan kabar sebagai penghuni surga ketika ia masih hidup, minal mubasy-syirin bil-jannah. Menjadi Muslim sejak awal kedatangan Islam, bahkan sebelum Nabi menjadikan Baitul Arqam sebagai tempat pertemuan dan markas penyebaran dakwah.
Abu Bakar adalah yang pertama datang menyampaikan Islam kepada Abdurrhaman bin Auf, bersama beberapa sahabat lainnya, termasuk Utsman bin Affan dan Zubair bin Awwam. Tidak sedikit pun penolakan dari mereka, apalagi keraguan tentang kebenaran Islam, lalu bersama Abu Bakar menemui Rasulullah menyatakan keislaman mereka.
Sejak masuk Islam hingga wafat pada di usia 75 tahun, dia menjadi teladan utama seorang mukmin sejati. Khalifah Umar bahkan memasukkannya dalam daftar enam tetua yang bertugas memilih khalifah penggantinya pada detik-detik akhir kematiannya setelah ditikam oleh budak Majusyi. Umar berkata, Rasulullah wafat dalam keadaan ridha kepada mereka”.
Sejak keislamannya, Abdurrahman bin Auf juga diperlakukan secara aniaya oleh kaum kafir Quraisy Makkah, dan ketika Rasulullah memerintahkan kaum Muslimin Hijrah ke Habasyah (Afrika) ia turut serta dalam rombongan itu. Kemudian kembali ke Makkah. Lalu berangkat ke Habasyah tuk kedua kalinya. Dan puncaknya, ikut hijrah ke Madinah, menyertai perang Badar, Uhud, dan perang-perang lainnya.
Ia adalah pebisnis ulung, sangat sukses, hingga merasa heran dengan dirinya sendiri. Ia pernah berkata, “Aku heran terhadap diriku sendiri. Seandainya aku mengangkat batu, di bawahnya aku akan temukan emas dan perak.”
Padahal, bisnis yang ia lakukan bukan sebagai ajang untuk menumpuk-numpuk harta, atau pelampiasan kerakusan. Baginya, bisnis adalah profesi dan tanggungjawab, juga sebagai jalan kesuksesan dunia-aakhirat.
Beliau adalah tipe lelaki yang penuh semangat dan tanggungjawab, dan sifat itu ia buktikan dalam bisnisnya. Ketika berlaga di medan perang, ia sangat bersemangat seperti singa menerkan mangsanya, tatkala sedang khusyuk beribadah, ia begitu syahdu dan ketika sedang berbisnis seakan-akan ia akan hidup selamanya sehingga bisnisnya sukses besar.
Pada suatu hari, sebagaiman ditulis Khalid Muhammad Khalid (2007) di tengah ketenangan kota Madinah, debu tebal terlihat mendekat, membumbung ke atas. Semakin banyak hingga menutupi angkasa. Angin bertiup ke arah Madinah menyebabkan gumpalan debu kuning itu semakin mendekat dan terdengar menderu oleh penduduk Kota Nabi.
Warga mengira ada badai gurun yang sedang menyapu dan menerbangkan pasir. Akan tetapi, segera mereka sadar, dari balik gumpalan debu terdengar hiruk-pikuk yang menandakan bahwa itu adalah iring-iringan kafilah yang besar dan panjang.
Terbukti, beberapa saat kemudian terdapat 700 unta penuh muatan memenuhi jalan-jalan kota Madinah.


download power point ABDURRAHMAN BIN AUF

Tidak ada komentar:

Posting Komentar